<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>This is My Life</title>
	<atom:link href="http://blog.ardy-elda.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.ardy-elda.com</link>
	<description>No matter what peoples say</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Apr 2012 07:36:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Filosofi di Balik Nama Dynda</title>
		<link>http://blog.ardy-elda.com/2012/04/25/filosofi-di-balik-nama-dynda/</link>
		<comments>http://blog.ardy-elda.com/2012/04/25/filosofi-di-balik-nama-dynda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 07:23:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[keluargaku]]></category>
		<category><![CDATA[my happiness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ardy-elda.com/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah&#8230;&#8230;.Qurota&#8217;ayun kami yang pertama telah lahir ke dunia. Terlahir sebagai perempuan, tepat pada hari Senin, 09 April 2012, atau pada tanggal 17 Jumadil Awal 1433 H, pada pukul 19.20 WIB bertepatan dengan berkumandangnya Adzan Isya untuk wilayah Kota &#8230; <a href="http://blog.ardy-elda.com/2012/04/25/filosofi-di-balik-nama-dynda/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah&#8230;&#8230;.Qurota&#8217;ayun kami yang pertama telah lahir ke dunia.<br />
Terlahir sebagai perempuan, tepat pada hari Senin, 09 April 2012, atau pada tanggal 17 Jumadil Awal 1433 H, pada pukul 19.20 WIB bertepatan dengan berkumandangnya Adzan Isya untuk wilayah Kota Palembang.</p>
<p>Berharap dia menjadi putri yang cantik, baik rupa maupun akhlaknya, maka kami telah menyiapkan sebuah nama yang Insya Allah akan menjadi doa sepanjang masa bagi dirinya, <strong><a title="kakak Dynda" href="http://dynda.ardy-elda.com">&#8220;Afifah Zhufairah Dynda Hidayat&#8221;</a>.</strong></p>
<p>Adapun harapan dan doa yang kami selipkan lewat makna di balik nama Dynda ini adalah :</p>
<p><span id="more-362"></span></p>
<p><strong>Afifah Zhufairah </strong>(inisial <strong>&#8220;AZ&#8221;</strong>)<br />
&gt;&gt;&gt; Semua anak kami memang direncanakan Insya Allah akan berinisial <strong>&#8220;AZ&#8221;</strong> »» sengaja menyamakan inisial nama ayahnya abi (kakek), yaitu <strong>A</strong>chmad <strong>Z</strong>arnubi :)</p>
<p><strong>Afifah</strong> sendiri artinya <em>&#8220;yang punya harga diri&#8221; ; &#8220;Senantiasa menjaga kesucian&#8221;</em><br />
&gt;&gt;&gt; Harapan kami, Dynda kelak selalu menjaga kesucian dan harga dirinya, di manapun dia berpijak.<br />
Kesucian dan harga diri di sini maksudnya tidak hanya pada arti sebenarnya, tapi juga Dynda harus menjadi wanita yang tidak mudah terpancing pada keadaan yang sewaktu-waktu bisa menjatuhkan martabatnya atau menjadi aib baginya, juga jangan sampai melakukan hal-hal bodoh yang bisa mencoreng mukanya dan orang tuanya kelak.</p>
<p><strong>Zhufairah</strong> artinya <em>&#8220;yang selalu memperoleh (penuh) kemenangan&#8221;<br />
</em>&gt;&gt;&gt; Jadilah pemenang di manapun engkau berpijak, Nak.<br />
Tetapi ingatlah satu hal, bukan hanya hasil akhir yang kami harapkan tapi bagaimana caramu memperoleh kemenangan itu sendiri.<br />
Oleh karena itu kami menggandengkan nama Zhufairah ini dengan Afifah, agar kau selalu memperoleh kemenangan dengan cara-cara terhormat yang tetap membuat harga dirimu terjaga <img src='http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Dynda<br />
</strong>&gt;&gt;&gt; Tidak ada arti khusus, karena ini hanya penggabungan dua suku kata yang diambil dari nama <a title="rdLimosin" href="http://ardy.or.id">Abi</a> dan Ummi, yaitu <del>ar</del><strong style="color: inherit; font: normal normal normal 15px/normal 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-style: inherit; font-weight: bold; line-height: 1.625;">DY </strong>&#8216;<strong>N</strong> <del>el</del><strong>DA</strong></p>
<p><strong>Hidayat </strong>diambil dari nama belakang abi yang artinya : &#8220;<em>amanah yang baik&#8221;.</em><strong><br />
</strong>&gt;&gt;&gt; Harapan kami, kelak semoga Allah berkenan menurunkan hidayah padamu dan semoga kau mampu menjaganya hingga masa memadam usia.<br />
Demikian pula doa kami kepada Yang Menitipkanmu pada kami, semoga kami mampu menjaga amanah yang baik ini dengan sebaik-baik penjagaan pula, dan kami berharap agar diizinkan-Nya untuk menjagamu hingga kamipun memadam usia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jadi,<strong> Afifah Zhufairah Dynda Hidayat</strong> adalah sebuah nama yang memiliki arti keseluruhan :<br />
»» <em>&#8220;Amanah yang baik yang diberikan kepada Ardy &amp; Elda yang <em>senantiasa memperoleh kemenangan dan </em>selalu menjaga kesucian (punya harga diri)&#8221;</em></p>
<p>Insya Allah <img src='http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Aaamiiin Allahumma Aaamiiin&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ardy-elda.com/2012/04/25/filosofi-di-balik-nama-dynda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku dan Detik-Detik Persalinan</title>
		<link>http://blog.ardy-elda.com/2012/04/24/aku-dan-detik-detik-persalinan/</link>
		<comments>http://blog.ardy-elda.com/2012/04/24/aku-dan-detik-detik-persalinan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 03:49:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elda</dc:creator>
				<category><![CDATA[keluargaku]]></category>
		<category><![CDATA[my happiness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ardy-elda.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Hamilku 39 minggu sudah, dan menurut perhitunganku berdasarkan HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir), taksiran persalinan (TP) si kakak jatuh pada tanggal 15 April 2012, satu minggu lagi lebih kurang ya Nak Malam itu, sepulang dari Graha Pena Sumeks, aku merasa &#8230; <a href="http://blog.ardy-elda.com/2012/04/24/aku-dan-detik-detik-persalinan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hamilku 39 minggu sudah, dan menurut perhitunganku berdasarkan HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir), taksiran persalinan (TP) si kakak jatuh pada tanggal 15 April 2012, satu minggu lagi lebih kurang ya Nak <img src='http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Malam itu, sepulang dari Graha Pena Sumeks, aku merasa Αϑά ƔåΩƍ menekan dan membuat tak nyaman di bagian bawah panggulku, dan beberapa kali aku harus berganti pakaian dalam karna pipisku ƔåΩƍ tiba2 keluar tanpa Αϑά HIV (Hasrat Ingin Vivis) sebelumnya.<br />
Hanya sebatas itu, meski semalaman akhirnya tak juga bisa memejamkan mata karna ngilu ƔåΩƍ sering hilang-timbul di perut bagian bawahku.</p>
<p><span id="more-342"></span></p>
<p><strong>Hari minggu, 8 April 2012, full activity</strong>.<br />
Mulai dari pukul 08.00WIB ikut #kopdarKomunitas dan #akberPlb, lanjut makan siang bareng di PS ƔåΩƍ akhirnya berpindah tempat ke hypermart undermall (mayan jg jalan utk emak2 ƔåΩƍ mulai ngerasain kontraksi) <img src='http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Terus lanjut lagi arisan keluarga sampai hampir menjelang magrib.</p>
<p>Malam itu, berbeda dari biasanya, <a title="rdLimosin" href="http://ardy.or.id">suamiku</a> melaksanakan shalat magrib &amp; isya di rumah saja, takut terjadi sesuatu pada istri tercinta katanya *halah* <img src='http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kontraksi makin sering ku rasakan, dan aku mulai yakin ini adalah HIS betulan, bukan ℓɑ̈ƍi braxton hicks ƔåΩƍ sudah lebih seminggu ini terus menghantui dan bikin galau.<br />
Menjelang jam 12 malam, ku hitung his-nya sudah per 15 menit dg lama his ±30&#8243;.</p>
<p>Suami mulai panik, aku terus mencoba menenangkannya.<br />
Aku sendiri belum mau diboyong ke RS karena bloodslim ƔåΩƍ belum keluar sebagai penanda persalinan akan segera tiba.</p>
<p><strong>Pukul 04.00 WIB,<br />
</strong>His sudah per 10 menit, dan sakitnya luar biasa.<br />
Suami bangun dari tidurnya dan segera menyalakan motor, kami menuju kediaman orang tuaku.</p>
<p><strong>Pukul 05.00 WIB,</strong><br />
Aku masih enggan ke RS, ℓɑ̈ƍi2 dg alasan ƔåΩƍ sama, bloodslim belum keluar.<br />
Ibuku menyarankan utk periksa pembukaan jalan lahir di bidan dekat rumah.<br />
Yepz, bukaan 1, dan bloodslim sudah Αϑά meski masih sangat sedikit.<br />
Tp aku masih belum tenang, karena bukan sedikit kasus dimana bukaan 1 pada anak pertama Αϑά ƔåΩƍ bisa sampai 20 hari.</p>
<p>Aku memutuskan untuk berjalan-jalan saja di sekitar halaman rumah dg dipapah suami tercinta.<br />
Sebentar-bentar jalanku berhenti karena kontraksi ƔåΩƍ datang.</p>
<p><strong>Pukul 09.30 WIB,<br />
</strong>Aku kembali ke bidan, dinyatakan bukaan 2 jari sempit, porsio tipis, tp kepala masih tinggi.<br />
Ku izinkan sang bidan ƔåΩƍ kebetulan temanku sendiri itu untuk men-striping porsioku, bukaan dinyatakan 3 jari setelah distriping.<br />
Ibuku segera menyuruhku ke RS setelah mengetahui pembukaanku mengalami kemajuan.</p>
<p><strong>Pukul 11.00 WIB,</strong><br />
Kami tiba di RS.Pusri. Walau tadinya aku maunya lahiran di klinik Budi Mulia, tempatku pertama kali mengabdikan ilmu.<br />
Aku tau persis bagaimana pelayanan di sana, bagaimana hasil jahitan akhirnya, dan menurutku sebanyak aku melihat kerja rekan2 bidan, di tempat ini ƔåΩƍ paling sempurna perlakuannya, walau jauh dari fasilitas mewah.</p>
<p>Pada akhirnya aku menurut juga dibawa ke RS.Pusri, bukan hanya karena ini RS terdekat dari rumah ibuku, tp juga karena kamar rawatku sudah dibooking &amp; disiapkan oleh sahabat baikku yg dulunya sempat jadi pacarku (uhuk<em>), kebetulan saat ini beliau bekerja di bagian office RS itu, jadi apa salahnya sekalian membantuku memesan kamar <img src='http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p><strong>Pukul 13.00 WIB,<br />
</strong>Pembukaanku belum mengalami kemajuan, tetap di 3cm, sementara kontraksi ini terus menyiksa.<br />
Oh God, aku hampir stress menahan sakitnya.</p>
<p><strong>Pukul 16.00 WIB,</strong><br />
Bukaan baru naik ke 4cm, aku kembali dipindahkan dari ruang rawatku ƔåΩƍ nyaman menuju VK (ruang persalinan) ƔåΩƍ menegangkan.<br />
Air mataku sudah merebak sejak pukul 2 siang tadi.<br />
Baik mertua &amp; ibuku pun sudah dari tadi sibuk menenangkan dan menggosok-gosok punggungku.</p>
<p><strong>Pukul 17.00 WIB,<br />
</strong>Bukaan 5, rasa ingin mengejan sudah tak bisa ku hindari ℓɑ̈ƍi. Dan tiap kontraksi datang, aku otomatis mengejan dg sendirinya.<br />
Tak bisa ℓɑ̈ƍi mengatur nafas dg tenang, semua teori pernafasan ƔåΩƍ didapat saat kuliah &amp; senam hamil melayang entah kemana, tak menyisakan sedikitpun memori di otakku.</p>
<p>Aku mulai berteriak tak karuan, menangis meraung-raung seakan ini akhir dari kehidupan duniaku.<br />
Entah sudah berapa ratus atau bahkan mungkin ribuan kalimat dzikir ƔåΩƍ terlontar dari bibirku sejak tadi.<br />
Aku beruntung karena Ayah mertuaku berhasil menenangkan suamiku &amp; mengingatkannya untuk selalu berdzikir di sampingku.</p>
<p>Ku peluk suamiku erat-erat, ku genggam tangan ibuku memohon ampun.<br />
Seperti inikah jalan ƔåΩƍ harus ditempuh untuk mengubah telapak kaki menjadi surga???<br />
Sungguh sakit Ya Rabb&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Dua kali aku sempat melontarkan kalimat &#8220;dak sanggup lagi bi&#8230;.&#8221;<br />
Meski dalam hati aku tetap penasaran dg rasa sakit berikutnya. Sungguh aku ingin merasakan bagaimana klimaks dari semua sakit ini.<br />
Aku ingin tau bagaimana ibuku bisa melalui dua kali perjalanan seperti ini dg selamat.<br />
Bagaimana mertuaku bisa menghadirkan suamiku sebagai anak ke-TUJUH.<br />
Bagaimana rasanya menjadi seperti pasien-pasienku dulu.<br />
Aku tak pernah mau mengalah dengan keadaan, jika mereka semua mampu, aku yakin AKU LEBIH MAMPU!!!</p>
<p><strong>Pukul 19.00 WIB,</strong><br />
Bukaan 9cm, hampir lengkap, tapi kepala belum turun sempurna, dicurigai Αϑά lilitan tali pusat ƔåΩƍ membuat terhambatnya penurunan kepala.<br />
Yah, tp setidaknya aku lega skrg.<br />
Sebentar ℓɑ̈ƍi akan ku hadapi pertarungan hidup &amp; mati itu.<br />
Dan aku sudah sangat siap Ya Rabb&#8230;.</p>
<p>Kini waktunya aku mengejan.<br />
Tidak seperti kebanyakan pasien ƔåΩƍ pernah ku jumpai dimana biasanya saat waktu mengejan tiba, mereka berlomba dg waktu utk memejamkan mata karena rasa kantuk ƔåΩƍ datang entah darimana.<br />
Aku begitu semangat menyambut saat-saat ƔåΩƍ paling menegangkan ini.<br />
Meski sudah 2 hari &#8211; 2 malam aku tak beristirahat sama sekali, namun saat ini tak Αϑά kantuk, tak Αϑά ketakutan, tak Αϑά keraguan sedikitpun.<br />
Aku hanya ingin melihat wajah putri ƔåΩƍ selama sembilan bulan belakangan ini terus menemani hariku.</p>
<p>Aku tak mau makan dari siang, namun sempat meminta minum pada ibuku.<br />
Kemudian sambil mengucap basmalah, ku tarik nafas panjang dan aku mulai mengejan.</p>
<p>Faktanya, perineumku kaku &amp; Αϑά lilitan tali pusat, nyaris tak mungkin aku bisa melalui persalinan ini tanpa episiotomi (pengguntingan jalan lahir).<br />
Namun karna mereka tau aku satu profesi dg mereka, &amp; kebetulan salah satu dr mereka adalah teman seangkatan semasa kuliah dulu, jd mereka memutuskan utk tidak melakukan tindakan terlalu dini, sampai mereka tau sejauh mana kemampuanku mengejan.</p>
<p><strong>Pukul 19.20 WIB,<br />
</strong>Bb di samping tempat tidurku bergetar penanda shalat Isya, tepat bersamaan dg suara Adzan, putri cantikku meluncur indah ke dunia dg BBL 3000gram &amp; PBL 45cm.<br />
Lebih menyenangkan ℓɑ̈ƍi ketika semua orang di ruangan itu memuji semangatku mengejan, sehingga aku bisa melalui persalinan ini tanpa episiotomi, pun jalan lahirku tidak sobek.<br />
Terimakasih untuk 3 tahun masa kuliahku dan terimakasih pula untuk pasien-pasienku yg telah memberiku pengalaman.</p>
<p>Hanya saja, sedikit masalah yang ditemui, aku nyaris mengalami perdarahan karena rahimku ƔåΩƍ tidak berkontraksi dg baik postpartum (pasca persalinan).<br />
Namun Alhamdulillah semua bisa diatasi dengan mudah <img src='http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Fiuuuhhhh&#8230;Sungguh luar biasa rasanya Ya Rabb.<br />
Aku sempurna menjadi seorang wanita, meski beberapa waktu lalu sempat Αϑά ƔåΩƍ menyumpahiku tidak bisa merasakan hamil seperti dia (<em>Na&#8217;udzubillahi).<br />
Namun Allah Maha Tau, dibalik sekian banyak doa buruknya terhadapku, <strong>Allah ƔåΩƍ Maha Kasih justru memberiku nikmat bertubi ƔåΩƍ luar biasa&#8230;الْحَمْدُ </strong></em></p>
<p><em><strong>
<a href='http://blog.ardy-elda.com/2012/04/24/aku-dan-detik-detik-persalinan/img-20120409-00642/' title='AbiNda saat meng&quot;Adzan&quot;kan &amp; meng&quot;iqomad&quot;kan :)'><img width="150" height="150" src="http://blog.ardy-elda.com/unggah/2012/04/IMG-20120409-00642-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="AbiNda saat meng&quot;Adzan&quot;kan &amp; meng&quot;iqomad&quot;kan :)" title="AbiNda saat meng&quot;Adzan&quot;kan &amp; meng&quot;iqomad&quot;kan :)" /></a>
<a href='http://blog.ardy-elda.com/2012/04/24/aku-dan-detik-detik-persalinan/img-20120409-00643/' title='Cucu pertama &quot;Nek ino&quot;'><img width="150" height="150" src="http://blog.ardy-elda.com/unggah/2012/04/IMG-20120409-00643-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Cucu pertama &quot;Nek ino&quot;" title="Cucu pertama &quot;Nek ino&quot;" /></a>
<a href='http://blog.ardy-elda.com/2012/04/24/aku-dan-detik-detik-persalinan/img-20120409-00639/' title='Santaaaaiiii, masih bukaan 3cm :p'><img width="150" height="150" src="http://blog.ardy-elda.com/unggah/2012/04/IMG-20120409-00639-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Santaaaaiiii, masih bukaan 3cm :p" title="Santaaaaiiii, masih bukaan 3cm :p" /></a>
<a href='http://blog.ardy-elda.com/2012/04/24/aku-dan-detik-detik-persalinan/536478_3128051280440_1239426362_51063054_936063630_n/' title='Ciuman pertama dari Abi :*'><img width="150" height="150" src="http://blog.ardy-elda.com/unggah/2012/04/536478_3128051280440_1239426362_51063054_936063630_n-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Ciuman pertama dari Abi :*" title="Ciuman pertama dari Abi :*" /></a>
<a href='http://blog.ardy-elda.com/2012/04/24/aku-dan-detik-detik-persalinan/576774_3128058240614_1239426362_51063057_391573196_n/' title='dido&#039;akan kakek + Peresmian cucu ke-12 :)'><img width="150" height="150" src="http://blog.ardy-elda.com/unggah/2012/04/576774_3128058240614_1239426362_51063057_391573196_n-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="dido&#039;akan kakek + Peresmian cucu ke-12 :)" title="dido&#039;akan kakek + Peresmian cucu ke-12 :)" /></a>
<a href='http://blog.ardy-elda.com/2012/04/24/aku-dan-detik-detik-persalinan/577855_3128031959957_1239426362_51063049_269982447_n/' title='UmmiNda'><img width="150" height="150" src="http://blog.ardy-elda.com/unggah/2012/04/577855_3128031959957_1239426362_51063049_269982447_n-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="UmmiNda" title="UmmiNda" /></a>
</p>
<p>لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ</strong></em></p>
<p>Kini aku dapat memeluk dan mencium putriku, buah cintaku dengan seorang ƔåΩƍ tertakdir menjadi suamiku ƔåΩƍ luar biasa pula.</p>
<p>Selamat datang, duhai Qurota&#8217;ayun kami,<strong><a title="kakak Dynda" href="http://dynda.ardy-elda.com"> &#8220;Afifah Zhufairah Dynda Hidayat&#8221;</a></strong>.<br />
Kau adalah lentera yg akan membuat rumah tangga kami makin bersinar terang, Nak <img src='http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ardy-elda.com/2012/04/24/aku-dan-detik-detik-persalinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Pandang Pendemo Selalu Buruk Dong!!!</title>
		<link>http://blog.ardy-elda.com/2012/03/30/jangan-pandang-pendemo-selalu-buruk-dong/</link>
		<comments>http://blog.ardy-elda.com/2012/03/30/jangan-pandang-pendemo-selalu-buruk-dong/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2012 11:32:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ardy-elda.com/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[*Sebenernya ini cuma dapet dari broadcast di bbm sih, tapi ada banyak hal yang kita petik dari suara hati pendemo berikut ini. Gak selamanya pendemo itu buruk &#38; merugikan bangsa! Chek it out deh Kalo mahasiswa dulu gak demo (tahun &#8230; <a href="http://blog.ardy-elda.com/2012/03/30/jangan-pandang-pendemo-selalu-buruk-dong/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>*Sebenernya ini cuma dapet dari broadcast di bbm sih, tapi ada banyak hal yang kita petik dari suara hati pendemo berikut ini.<br />
Gak selamanya pendemo itu buruk &amp; merugikan bangsa!<br />
Chek it out deh <img src='http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-339"></span></p>
<p>Kalo mahasiswa dulu gak demo (tahun 98), bisa begini gak kalian,? masih dijajah sama pemerintah, tau2 hilang n sudah dibunuh (jaman soeharto) kalau ngelawan pemerintah, gak ada namanya reformasi. Anak jaman skrg bisanya cuma BBMan doang, narkotika, dugem, mana mau peduli ngurusin politik, sok2 ngomongin org yg demo itu tolol bego dan semacamnya, Mereka rela panas2an rela terima kekerasan. Demi apa? Demi kita semua, demi harga makanan dan uang sewa angkot kita,. Drpd mencerca mereka, doakan saja apa yg mereka demokan tersampaikan ke pemerintah, toh yg untung kita juga.</p>
<p>Ngomongin ROKOK lebih mahal drpd BBM, beli rokok bisa ,trus utk BBM anarkisx minta ampun.<br />
Kok gak nyambung ya, situ sotoy banget, dikira yg demo itu perokok semua?<br />
Dikira harga rokok mempengaruhi perekonomian,?<br />
Beda dengan harga BBM, kalau BBM naik, maka semua harga jg ikut naik dan akan ada PHK besar2an trhadap buruh dan pekerja,. Bukan sombong, tapi kami pribadi mampu untuk beli, tapi kami memikirkan masyrakat ekonomi menengah kebawah.<br />
Makanya jangan cuman berfikir untuk diri sendiri&#8230; Pikirkan jga nasib org yg kurang beruntung dri segi finansial. Yg tdk seberuntung Anda-anda.<br />
Tahukah anda.? Kalau tdk tau, jangan asal ngoceh dan menghina.</p>
<p>hey,. hello kemana aja tuh BUDI***? gak ada suaranya ya. Demokrat bagus dimasa jabatan sblm ini, krna ada Jusuf Kalla yg mengimbangi dan membuat keadaan dinamis,. skrg apa?</p>
<p>Udah,. ngata2in pendemo itu bego tolol, atau apalah, situ kira situ bisa merubah negeri ini?</p>
<p>#walau berbeda ttp hargai pendapat org! Jgn cuman tau ngomongin para pen-DEMO, (tanyakan pd diri kalian apa yg sudah kalian lakukan utk bangsa ini?) kami para MAHASISWA dan MASYARAKAT yg kontra kenaikan harga bbm tetap bersuara: walau kita berbeda tapi kita ini saudara! Jgn lah saling menghina. (INDONESIA milik kita semua)</p>
<p>#suara hati Mahasiswa Pendemo.<br />
(Kalau setuju ya bantu broadcast, biar ada perubahan pandangan, jgn taunya cm ngoceh tanpa action, liat2in rakyat miskin smakin miskin)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ardy-elda.com/2012/03/30/jangan-pandang-pendemo-selalu-buruk-dong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>To All My Besties</title>
		<link>http://blog.ardy-elda.com/2012/03/04/to-all-my-besties/</link>
		<comments>http://blog.ardy-elda.com/2012/03/04/to-all-my-besties/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Mar 2012 04:07:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[kepompong]]></category>
		<category><![CDATA[my happiness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ardy-elda.com/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[Usia membawa kita pada kedewasaan. Waktu membawa kita pada tahap hidup selanjutnya. Ada suka cita luar biasa ketika sahabat akan menjumpai segera kebahagiaannya. Namun ada getir ketika tahu kita kan kembali berpisah. Namun semua harus disadari, Kita bukan kanak-kanak lagi. &#8230; <a href="http://blog.ardy-elda.com/2012/03/04/to-all-my-besties/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Usia membawa kita pada kedewasaan.<br />
Waktu membawa kita pada tahap hidup selanjutnya.<br />
Ada suka cita luar biasa ketika sahabat akan menjumpai segera kebahagiaannya.<br />
Namun ada getir ketika tahu kita kan kembali berpisah.</p>
<p>Namun semua harus disadari,<br />
Kita bukan kanak-kanak lagi.<br />
Cepat atau lambat semua memang pasti kan terjadi.</p>
<p>Satu hal yang ku genggam sebagai asa dalam hati.<br />
Apapun yang telah dan akan terjadi, kerikil dan batu setajam apa, gelombang dan badai sederas apa.<br />
Ku harap semua tak kan mampu menggoyah kita.<br />
Meski ruang mungkin kan memisah kita,<br />
Tetaplah persahabatan ini indah seperti (hampir) 10 tahun silam.</p>

<a href='http://blog.ardy-elda.com/2012/03/04/to-all-my-besties/m3k31215/' title='1'><img width="150" height="150" src="http://blog.ardy-elda.com/unggah/2012/03/M3K31215-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="1" title="1" /></a>
<a href='http://blog.ardy-elda.com/2012/03/04/to-all-my-besties/m3k31218/' title='M3K31218'><img width="150" height="150" src="http://blog.ardy-elda.com/unggah/2012/03/M3K31218-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="M3K31218" title="M3K31218" /></a>
<a href='http://blog.ardy-elda.com/2012/03/04/to-all-my-besties/180629_1547752213951_1239426362_31224932_1461569_a/' title='180629_1547752213951_1239426362_31224932_1461569_a'><img width="150" height="135" src="http://blog.ardy-elda.com/unggah/2012/03/180629_1547752213951_1239426362_31224932_1461569_a-150x135.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="180629_1547752213951_1239426362_31224932_1461569_a" title="180629_1547752213951_1239426362_31224932_1461569_a" /></a>
<a href='http://blog.ardy-elda.com/2012/03/04/to-all-my-besties/199921_1631514467955_1239426362_31355680_7977868_a/' title='199921_1631514467955_1239426362_31355680_7977868_a'><img width="150" height="135" src="http://blog.ardy-elda.com/unggah/2012/03/199921_1631514467955_1239426362_31355680_7977868_a-150x135.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="199921_1631514467955_1239426362_31355680_7977868_a" title="199921_1631514467955_1239426362_31355680_7977868_a" /></a>
<a href='http://blog.ardy-elda.com/2012/03/04/to-all-my-besties/18643_1216087722546_1239426362_30515457_4326250_a/' title='18643_1216087722546_1239426362_30515457_4326250_a'><img width="150" height="150" src="http://blog.ardy-elda.com/unggah/2012/03/18643_1216087722546_1239426362_30515457_4326250_a-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="18643_1216087722546_1239426362_30515457_4326250_a" title="18643_1216087722546_1239426362_30515457_4326250_a" /></a>
<a href='http://blog.ardy-elda.com/2012/03/04/to-all-my-besties/18643_1216094242709_1239426362_30515474_6006456_n/' title='18643_1216094242709_1239426362_30515474_6006456_n'><img width="150" height="150" src="http://blog.ardy-elda.com/unggah/2012/03/18643_1216094242709_1239426362_30515474_6006456_n-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="18643_1216094242709_1239426362_30515474_6006456_n" title="18643_1216094242709_1239426362_30515474_6006456_n" /></a>
<a href='http://blog.ardy-elda.com/2012/03/04/to-all-my-besties/20743_1221291412635_1239426362_30527240_1618680_a/' title='20743_1221291412635_1239426362_30527240_1618680_a'><img width="150" height="150" src="http://blog.ardy-elda.com/unggah/2012/03/20743_1221291412635_1239426362_30527240_1618680_a-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="20743_1221291412635_1239426362_30527240_1618680_a" title="20743_1221291412635_1239426362_30527240_1618680_a" /></a>
<a href='http://blog.ardy-elda.com/2012/03/04/to-all-my-besties/20743_1221292972674_1239426362_30527247_1047766_n/' title='20743_1221292972674_1239426362_30527247_1047766_n'><img width="150" height="150" src="http://blog.ardy-elda.com/unggah/2012/03/20743_1221292972674_1239426362_30527247_1047766_n-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="20743_1221292972674_1239426362_30527247_1047766_n" title="20743_1221292972674_1239426362_30527247_1047766_n" /></a>
<a href='http://blog.ardy-elda.com/2012/03/04/to-all-my-besties/40873_1369663561846_1239426362_30869461_3658405_a/' title='40873_1369663561846_1239426362_30869461_3658405_a'><img width="150" height="135" src="http://blog.ardy-elda.com/unggah/2012/03/40873_1369663561846_1239426362_30869461_3658405_a-150x135.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="40873_1369663561846_1239426362_30869461_3658405_a" title="40873_1369663561846_1239426362_30869461_3658405_a" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ardy-elda.com/2012/03/04/to-all-my-besties/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>29 Minggu : All is Well</title>
		<link>http://blog.ardy-elda.com/2012/02/03/29-minggu-all-is-well/</link>
		<comments>http://blog.ardy-elda.com/2012/02/03/29-minggu-all-is-well/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 06:43:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elda</dc:creator>
				<category><![CDATA[keluargaku]]></category>
		<category><![CDATA[my happiness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ardy-elda.com/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[Tak ada saat-saat paling membahagiakan selain menatap buah hatiku, meski hanya lewat pantulan cahaya dari alat Ultrasonografi (USG) di ruang dokter. Bulan ini adalah kebahagiaan yang luar biasa untukku. Semua kabar baik ku dengar tentang anakku, didukung dg kondisi fisikku &#8230; <a href="http://blog.ardy-elda.com/2012/02/03/29-minggu-all-is-well/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak ada saat-saat paling membahagiakan selain menatap buah hatiku, meski hanya lewat pantulan cahaya dari alat <em>Ultrasonografi (USG)</em> di ruang dokter.</p>
<p>Bulan ini adalah kebahagiaan yang luar biasa untukku.<br />
Semua kabar baik ku dengar tentang anakku, didukung dg kondisi fisikku yang makin siap menyambut kelahirannya.</p>
<p><span id="more-319"></span>Meski sejujurnya, kami mendambakan seorang laki-laki sebagai sulung bagi adik-adiknya nanti.</p>
<p>Namun nasihat dokter menyentakkan kesadaranku :<br />
“Kamu ga pernah baca hadist ya?! Rasulullah pernah bersabda bahwa<em> “Allah telah menjaminkan seorang wanita yang bisa hamil dan melahirkan anak pertamanya seorang wanita pula, maka bertuahlah bagi si wanita itu”.</em></p>
<p>Mertuaku anak sulungnya wanita, ibukupun melahirkanku sebagai sulung.<br />
Ah, tentu saja aku bahagia sekali.<br />
Yang jelas dia adalah anakku, darah dagingku, tumbuh dan bersemi di dalam rahimku.<br />
Bukankah keberhasilan sebuah keluarga dinilai bukan dari apa jenis kelamin anak mereka, tapi dari bagaimana mereka mendidik sang buah hati.</p>
<p>Setelah hampir 30 minggu kami selalu bersama.<br />
Merasakan gerakannya yang nyaris tanpa henti dan terkadang mengejutkanku di tengah lelap tidurku.<br />
Mendengarkan denyut jantungnya yang teratur dan berirama.<br />
Melihat bentuk wajahnya yang terlihat begitu tenang di dalam tubuhku.</p>
<p>Ya Tuhan,<br />
Sungguh tak tau harus ku namakan apa rasa syukur dan kebahagiaan yang begitu membuncah ini.<br />
Aku begitu mencintainya, begitu mencintainya.</p>

<a href='http://blog.ardy-elda.com/2012/02/03/29-minggu-all-is-well/2d/' title='Usg : Komposisi otak &amp; posisi kk dalam rahim'><img width="150" height="150" src="http://blog.ardy-elda.com/unggah/2012/02/2d-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Usg : Komposisi otak &amp; posisi kk dalam rahim" title="Usg : Komposisi otak &amp; posisi kk dalam rahim" /></a>
<a href='http://blog.ardy-elda.com/2012/02/03/29-minggu-all-is-well/jantung/' title='Foto Jantung &amp; Grafik DJJ'><img width="150" height="150" src="http://blog.ardy-elda.com/unggah/2012/02/jantung-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Foto Jantung &amp; Grafik DJJ" title="Foto Jantung &amp; Grafik DJJ" /></a>
<a href='http://blog.ardy-elda.com/2012/02/03/29-minggu-all-is-well/4d/' title='4D wajah kk : Mirip siapa yaaaa??? :)'><img width="150" height="150" src="http://blog.ardy-elda.com/unggah/2012/02/4d-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="4D wajah kk : Mirip siapa yaaaa??? :)" title="4D wajah kk : Mirip siapa yaaaa??? :)" /></a>

<p>Panjangkanlah umur kami, Ya Rabb.<br />
Izinkan kami terus menjaga amanah-Mu hingga ia tumbuh dewasa.<br />
Izinkan kami mendidik dan mengantarkannya seperti yang telah dilakukan oleh kedua orang tua kami masing-masing.<br />
Berikan kesabaran berlimpah pada kami, agar apa yang kami sampaikan padanya kelak adalah nasihat penuh kasih, tanpa diiringi emosi.</p>
<p>Sakinahkanlah selalu rumah tangga kami, Ya Rabb.<br />
Aaamiiin Allahumma Aaamiiin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ardy-elda.com/2012/02/03/29-minggu-all-is-well/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>My Husband’s Dreams</title>
		<link>http://blog.ardy-elda.com/2012/01/13/my-husbands-dreams/</link>
		<comments>http://blog.ardy-elda.com/2012/01/13/my-husbands-dreams/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 04:14:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[keluargaku]]></category>
		<category><![CDATA[my happiness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ardy-elda.com/?p=240</guid>
		<description><![CDATA[Do you have a dream??? …..Yeah, I sure that everybody must have a dream. Bukan, bukan mimpi yang jadi penghias saat tidurmu, melainkan mimpi yang menjadi fokus / motivasi / tujuan dari hidup setiap orang, gitcu lho  Semua orang pasti &#8230; <a href="http://blog.ardy-elda.com/2012/01/13/my-husbands-dreams/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Do you have a dream??? …..Yeah, I sure that everybody must have a dream.</p>
<p>Bukan, bukan mimpi yang jadi penghias saat tidurmu, melainkan mimpi yang menjadi fokus / motivasi / tujuan dari hidup setiap orang, gitcu lho <img class="alignnone" title="http://ngaku.in/smilies/25.gif" src="http://ngaku.in/smilies/25.gif" alt="" width="32" height="18" /></p>
<p>Semua orang pasti memiliki impian dalam hidupnya, pasti. Baik itu anak-anak, remaja, orang dewasa, laki-laki, perempuan, bahkan manula sekalipun.<br />
Saya ingat ketika berusia 7 tahun, saat itu saya sudah duduk di kelas 3 SD, saya diminta oleh orang tua untuk mengurutkan semua impian dan cita-cita saya.<br />
Dengan lugu saya menuliskan di sebuah buku : <em>Piala yang banyak, wisuda TPA, punya adek (<del>karena saya masih jadi anak tunggal</del>), sekolah tinggi-tinggi, wisuda kuliah, jadi dokter, punya prakter kayak dr.Irfan (dokter pribadi saya sejak kecil yg <del>dulu</del> gantengnya kebangetan) <img src="http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif" alt=":P" /> <img class="alignnone" title="http://ngaku.in/smilies/21.gif" src="http://ngaku.in/smilies/21.gif" alt="" width="16" height="14" />.</em></p>
<p><span id="more-240"></span>***</p>
<p>Well, itu sekilas impian saya ketika kecil.<br />
Sekarang bagaimana dengan impian <a title="rdLimosin" href="http://ardy.or.id">suami</a> saya???</p>
<p>Yang jelas, saya ga pernah tau apa dan gimana impian dia ketika kecil.<br />
Yang saya tau sama seperti yang hampir semua orang tau, mengingat saat saya mengenalnya, <a title="rdLimosin" href="http://ardy.or.id/">beliau</a> adalah seorang yang selalu memvisualisasikan semua impian-impiannya.<br />
Bukankah <em>“orang besar lahir dari impian yang besar?!”</em></p>
<p>Sekilas yang saya tau dari buku impiannya <strong>sekitar 4 tahun lalu</strong>, ada beberapa impian <a title="rdLimosin" href="http://ardy.or.id">suamiku</a> yang menjadi motivasi pencapaian hidupnya, seperti : kendaraan pribadi, salah satunya adalah <em>Satria FU</em> yang menjadi tunggangannya sekarang adalah hasil dari impian yang ditanamnya sejak <strong>5 atau 6 tahunan silam</strong>.<br />
Jadi aneh aja kalo ada yang merasa paling kenal sama suamiku, tapi koq malah bilang bahwa suamiku tidak pernah berkeinginan membeli kendaraan apapun.<br />
Ah, rasanya semua orang juga tau tidak mungkin seorang <a title="rdLimosin" href="http://ardy.or.id">Ardy Hidayat</a> bertumbuh dalam impian yang kerdil <img src='http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selain kendaraan, setiap orang pasti memimpikan sesuatu yang jauh lebih besar, nama baik yang besar mungkin, atau menjamin kesejahteraan orang-orang tercinta mungkin.<br />
Begitu juga dengan suamiku.<br />
Dia punya begitu banyak impian-impian besar. Tapi anehnya&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
Dalam <em>dream list</em> yang dia tulis <strong>4-6 tahun silam</strong>, <strong>pernikahan adalah impiannya yang</strong> <strong>paling akhir</strong><strong> yang ingin diwujudkannya, dan dia berencana akan mencapai sebuah pernikahan di </strong><strong>usia minimal 28 tahun</strong><strong>.</strong></p>
<p>***</p>
<p>Yak, sekilas itulah sebagian dari impian suami saya, sekali lagi : <strong>itu impian suami saya, bukan janjinya kepada saya.<br />
</strong>Tau apa bedanya antara impian dan janji???</p>
<p><strong>Impian</strong> / <strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Motivasi">motivasi</a> </strong>adalah <strong>alasan</strong> yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu.<em><br />
</em></p>
<p>Sedangkan <strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Janji">Janji</a> </strong>adalah sebuah <a title="Kontrak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kontrak">kontrak</a> <a title="Psikologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi">psikologis</a> yang menandakan transaksi antara 2 orang di mana orang pertama mengatakan pada orang kedua untuk memberikan layanan maupun pemberian yang berharga baginya sekarang dan akan digunakan maupun tidak.<br />
Janji juga bisa berupa <a title="Sumpah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sumpah&amp;action=edit&amp;redlink=1">sumpah</a> atau <a title="Jaminan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jaminan">jaminan</a>.</p>
<p>Nah, dalam konteks ini, selama kami saling mengenal, saya bahkan tidak pernah berbicara serius secara empat mata dengannya mengenai masing-masing impian kami.<br />
Okelah, saya memang tau semua impian-impian besarnya, tapi karena <em>saya bukan tipe pribadi yang suka menyangkut-pautkan semua hal dengan keberadaan diri saya</em>, maka saya tidak terlalu ambil pusing dengan apa yang pernah dikatakannya di hadapan publik.</p>
<p><strong><em>Contoh</em> :</strong> Ketika dia katakan akan menikah di usia min.28 tahun, saya sih cuek saja.<br />
Tidak terbersit untuk menghitung usianya sekarang dan berapa tahun lagi hal itu akan terwujud, lalu diam-diam membandingkan dengan usia saya sekian tahun ke depan…OH NO!!! <em>It’s not me!!!</em></p>
<p>Terus terang, saya tak pernah berharap menjadi bagian dari mimpi seseorang, entah itu mimpi baik terlebih jika itu mimpi buruk.<br />
Saya ingin berdiri di atas mimpi saya sendiri, tidak bergantung pada mimpi orang lain, meskipun itu keluarga, pacar atau suami sekalipun.<br />
Saya hanya ingin menjadi saya, ala kadarnya saya.<br />
Suka atau tidak, inilah saya!</p>
<p>***</p>
<p>Mimpi saya ketika beranjak dewasa cukup sederhana, <em><strong>saya hanya ingin wisuda dengan uang saya sendiri, lalu memanjakan orang tua dan adik saya dengan hasil kucuran keringat saya, setelah itu menikah dengan pria yang satu visi dengan saya, lalu hidup bahagia bersama selamanya.</strong><br />
</em>Simpel bukan?! <img src="http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" /></p>
<p>Hampir semua mimpi saya terwujud, 2 bulan sebelum yudisium saya mendapat tawaran kerja, yang artinya saya bisa wisuda dengan biaya sendiri.<br />
meskipun sebetulnya biaya wisuda telah dilunasi, tapi gaji pertama saya 2 bulan berturut-turut saya berikan utuh pada ibu untuk mengganti biaya wisuda saya.</p>
<p>Senang rasanya ketika adik saya satu-satunya meminta apapun, segera bisa saya kabulkan.<br />
Senang melihat tatapan bangga ibu-bapak setiap awal bulan karena semua kebutuhan rumah sudah saya penuhi.<br />
Senang karena sampai detik ini, baik saya maupun adik saya <strong>belum pernah </strong>menggunakan handphone yang dibeli dengan uang ortu, bahkan ibu saya yang kini justru memakai handphone yang saya belikan <img class="alignnone" title="http://ngaku.in/smilies/20.gif" src="http://ngaku.in/smilies/20.gif" alt="" width="30" height="30" /></p>
<p>Senang bahkan saat menikahpun, baik Orang tua maupun mertua saya sama sekali tidak berpusing ria untuk urusan dana, karena kami mengawali kehidupan kami selalu dengan kucuran keringat sendiri.</p>
<p>Senang saat ada yang mencibir kami <em>&#8220;buta baru melek&#8221;</em>, <em>&#8220;baru kenal duit banyak&#8221;</em> katanya. Hehe, betul itu&#8230;.tapi yaaaa, beginilah kami, yang selalu berusaha berdiri di atas kaki sendiri, tidak membanggakan hasil keringat orang tua, karena kami punya hasil keringat sendiri, dan tidak bergantung di <em>bulu ketek ma-pa <img class="alignnone" title="http://ngaku.in/smilies/51.gif" src="http://ngaku.in/smilies/51.gif" alt="" width="29" height="25" /></em></p>
<p>***</p>
<p>Ya, sebagian besar impian saya sudah terwujud, mungkin karena mimpi saya cukup sederhana, jadi tidaklah sulit untuk merealisasikannya.<br />
Tapi bagaimana dengan impian-impian besar suami saya??? Apakah sudah terwujud???<br />
Jelas belum sodara-sodara.</p>
<p>Dulu sekali, ketika saya mendengar semua impiannya, saya pesimis bahwa beliau mungkin tidak akan pernah menikah seumur hidupnya.<br />
Ya karena beliau meletakkan pernikahan sebagai <strong>hal terakhir</strong> yang ingin dicapainya dalam hidup, tentu saja setelah dia mencapai sederet <em>dream list</em> yang dibuatnya.</p>
<p>Saya ingat, 3 tahun lalu ada temannya yg bertanya pada saya, tidakkah saya takut pada mimpinya?<br />
Tidakkah saya takut jika nanti usia saya semakin lanjut dan semua impiannya belum juga bisa terpenuhi?<br />
Tidakkah saya takut jika suatu saat saya ikut mendapat cibiran atas mimpi-mimpinya yang tak tercapai???</p>
<p>Takut??? Kenapa musti takut???<br />
Kenapa saya harus takut akan mimpi orang lain?<br />
Kenapa saya harus takut pada rencana manusia?<br />
Bukankah kita seringkali mendengar bahasa <em>“Manusia hanya bisa berencana, namun Tuhan lah yang jadi penentunya”.</em></p>
<blockquote><p><em></em><strong>Terus terang, saya tidak pernah takut dengan sederet rencana manusia.</strong><br />
<strong> Justru saya takut pada manusia yang hidupnya tidak terencana dan tidak memiliki impian apapun untuk kebesaran masa depannya</strong>.</p></blockquote>
<p>Ketika hanya segelintir dari impian suami saya yang baru bisa dipenuhinya, saya tidak mencibirnya.<br />
<strong>WHY???<br />
</strong>Karena <strong>prioritas impian</strong> seseorang bisa berubah, dan saya tau suami saya tentu punya alasannya sendiri dalam setiap langkah yang ditempuhnya.</p>
<p>Ketika harta dunia tak lagi menjadi prioritas utama dalam hidupnya, Anda tau apa yang kemudian menjadi prioritas yang harus segera dicapainya???<br />
Amazing, nama saya menjadi deret pertama dalam daftar impiannya kemarin, hari ini, dan (semoga) selamanya.<br />
<strong>Menikah dengan Elda</strong>, begitulah yang pada akhirnya saya tau menjadi satu-satunya impian utamanya, tak peduli meski ia masih miskin harta, tak peduli meski ia belum memiliki istana, dia hanya ingin hidup bersama saya, dan impian ini tak bisa lagi menunggu hingga usianya mencapai 28 tahun atau lebih.</p>
<p>Bagi saya pribadi, ketika dia memilih untuk segera menjadikan saya halal baginya, itu adalah satu hal yang sangat luar biasa.<br />
Mengingat dulu menikah adalah impian terakhir yang ingin dicapainya, mengingat usianya bahkan belum genap 27 tahun saat menikahi saya, mengingat bahwa sayapun belum dikejar usia untuk segera cepat-cepat menikah.</p>
<p>Impian seseorang bisa berubah, teman.<br />
Jika dulu suami saya berpikir bahwa harta akan membawanya bahagia melebihi kebahagiaan memiliki seorang kekasih, maka tak ada salahnya jika ternyata akhirnya <span style="text-decoration: underline;">dia merasa kehidupannya akan jauh lebih bahagia jika dia telah memiliki saya secara utuh</span><img class="alignnone" src="http://ngaku.in/smilies/26.gif" alt="" width="19" height="19" /></p>
<p>Jadi, ketika hari ini, ada orang yang berkata bahwa suami saya adalah seorang yang tidak berprinsip karena mengubah prioritas impiannya, maka itu SALAH BESAR!!!<br />
Karena prinsip suami saya adalah <strong>Segera mungkin meraih apa yang betul-betul diinginkannya! <img src="http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" /></strong></p>
<p>Sungguh, kenyataannya memang tak ada dan tak akan pernah ada yang menyalahkan perubahan <em>dream list</em> suami saya, yang salah adalah pikiran orang kolot yang menganggap dunia ini statis dan tak mampu menerima kenyataan bahwa <strong>semua sudah jauh berubah! <img src="http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" /></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ardy-elda.com/2012/01/13/my-husbands-dreams/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>info PSIKOLOGI: Mengenal Pribadi GR (Gede Rasa)</title>
		<link>http://blog.ardy-elda.com/2011/12/21/info-psikologi-mengenal-pribadi-gr-gede-rasa/</link>
		<comments>http://blog.ardy-elda.com/2011/12/21/info-psikologi-mengenal-pribadi-gr-gede-rasa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 06:11:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[iLmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ardy-elda.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Copas from here BANYAK orang tidak pernah merasakan dirinya mengidap GR atau gede rasa atau  prejudice” atau suudzon. Pengalaman saya sejak mahasiswa hingga sekarang menunjukkan bahwa di sekitar kita memang masih ada orang-orang yang berkepribadian demikian. Mungkin, dari 100 orang, &#8230; <a href="http://blog.ardy-elda.com/2011/12/21/info-psikologi-mengenal-pribadi-gr-gede-rasa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="text-decoration: underline;"><strong>Copas from <a title="mengenal-pribadi-gr-gede-rasa" href="http://psikologi2009.wordpress.com/2011/10/12/psikologi-mengenal-pribadi-gr-gede-rasa/">here</a></strong></span></em></p>
<p>BANYAK orang tidak pernah merasakan dirinya mengidap GR atau gede rasa atau  prejudice” atau suudzon. Pengalaman saya sejak mahasiswa hingga sekarang menunjukkan bahwa di sekitar kita memang masih ada orang-orang yang berkepribadian demikian. Mungkin, dari 100 orang, ada satu orang yang mengidap GR.</p>
<p><strong>A.Beberapa contoh yang saya ambil dari pengalaman dan dari beberapa literatur yang pernah saya baca:</strong></p>
<p><strong>1.Merasa ditertawakan</strong></p>
<p>Si A, adalah teman satu kos saya di depan Kampus Universitas Trisakti, Jakarta. Ada yang selalu saya perhatikan. Tiap kalau ada beberapa orang atau anak kos tertawa tidak jauhdari dirinya, dia merasa gelisah. Wajahnya menunjukkan ketidaksenangan. Ketika saya tanya, dia menjawab bahwa dia merasa selalu ditertawakan orang lain. Padahal, ketika saya tanya anak-anak kos yang tertawa itu, mereka bercerita tentang sinetron yang lucu yang ditontonnya semalam.</p>
<p><span id="more-286"></span></p>
<p><strong>2.Merasa dituduh langsung</strong></p>
<p>Seorang kondektur yang sedang menarik uang ke penumpang tiba-tiba mencium bau kentut. Bahkan beberapa penumpang juga tutup hidung. Saking jengkelnya, kondekturpun berteriak :” Yang kentut pasti belum bayar…!”. Tiba-tiba seorang laki-laki yang memakai baju kotak-kota berdiri dan marah-marah ke kondektur:” Brengsek lu! Gue tadi kan sudah bayar! Justru uang kembaliannya belum elu kembaliin…!”. Hahaha,…semua penumpang tertawa terbahak-bahak.</p>
<p><strong>3.Ada Facebooker merasa dianggap bodoh</strong></p>
<p>Saya kadang-kadang membuat status yang berbunyi: “Orang yang mencela pendapat saya biasanya 1.Belum mengenal saya secara pribadi. 2.Paling tinggi Cuma luluusan satu perguruan tinggi 3. Ilmu pengetahuannya sedikit. 4. Tidak memahami epistemologi. 5.IQ-nya rendah.<br />
Lantas, ada satu dua Facebooker (tidak banyak) mengatakan saya sombong dan suka membodoh-bodohkan orang lain.<br />
Padahal, status saya bersifat umum (tidak menyebut nama siapapun).</p>
<p><strong>4.Merasa dihina</strong></p>
<p>Teman kuliah saya ,Si B namanya, dia asli orang Jakarta. Seumur hidup belum pernah ke Surabaya. Suatu saat dalam perjalanan ke Bali, saya singgah dulu di Surabaya. Waktu itu sedang liburan semester. Ketika saya dan Si B makan di restoran, tiba-tiba datang Si C yang juga teman kuliah yang rumahnya di Surabaya. Si C langsung mendekati kami berdua dan berteriak:” He! Jancok kalian…! datang ke Surabaya nggak bilang-bilang…!”. Si A merasa tersinggung mendengar kata “Jancok” itu. Dia merasa terhina dan hampir terjadi pertengkaran antara Si B dan Si C.</p>
<p><strong>5.Merasa akan diresuffle</strong></p>
<p>Ketika SBY akan melakukan resuffle kabinet, maka ada politisi dari sebuah parpol yang mengucapkan kalimat-kalimat yang mengancam. kalau diterjemahkan, kalau sampai ada mentterinya dicopot, maka dia akan membuka isi kontrak politik yang katanya bersifat rahasia. Akan dibeberkan ke masyarakat. Padahal, SBY tidak pernah menyebut nama-nama menteri yang akan diresuffle.</p>
<p>Dan masih banyak contoh orang-orang pengidap GR atau “prejudice”. Tampaknya mereka tak akan pernah sembuh kecuali konsultasi dengan seorang psikolog.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>B.Kenapa seseorang mengalami GR?</strong></p>
<p>Penyebabnya tentu banyak. Antara lain:</p>
<p>1.Pribadi yang lemah.</p>
<p>2.Mudah tersinggung</p>
<p>3.Merasa lebih pandai daripada orang lain yang belum dikenalnya secara pribadi</p>
<p>4.Terbatasnya ilmu pengetahuan dan pengetahuan yang dimiliki</p>
<p>5.Penarikan kesimpulan logika yang keliru</p>
<p>6.Dan lain-lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>C.Bagaimana solusi mengatasi GR?</strong></p>
<p>banyak cara mengatasi GR. Antara lain:</p>
<p>1.Konsultasi dengan psikolog atau sahabat yang memahami psikologi atau banyak membaca buku-buku psikologi</p>
<p>2.Jangan tersingggung jika tidak menyebut nama atau ciri-ciri Anda</p>
<p>3.Bersikap cuek saja</p>
<p>4.Menanyakan apa maksudnya kepada orang yang bersangkutan</p>
<p>5.Mencoba memahami maksud orang lain</p>
<p>6.Dan lain-lain</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semoga bermanfaat <img src='http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Note</span> :</strong> Tulisan ini didapat dari <a title="PSIKOLOGI: Mengenal Pribadi GR (Gede Rasa)" href="http://psikologi2009.wordpress.com/2011/10/12/psikologi-mengenal-pribadi-gr-gede-rasa/">sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ardy-elda.com/2011/12/21/info-psikologi-mengenal-pribadi-gr-gede-rasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Serasa, Merasa, Dirasa, Terasa, Perasa deh aaahhh</title>
		<link>http://blog.ardy-elda.com/2011/12/18/serasa-merasa-dirasa-terasa-perasa-deh-aaahhh/</link>
		<comments>http://blog.ardy-elda.com/2011/12/18/serasa-merasa-dirasa-terasa-perasa-deh-aaahhh/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 18:02:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting ga penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ardy-elda.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda, pembaca sekalian, merasa salah tingkah atas perasaan GR kalian yang berlebihan? Misalnya saat kalian sedang asik makan bareng temen di sebuah kafetaria, tiba-tiba ada yang tersenyum dan melambaikan tangan pada kalian. Lalu karena kalian tadi merasa senyum dan &#8230; <a href="http://blog.ardy-elda.com/2011/12/18/serasa-merasa-dirasa-terasa-perasa-deh-aaahhh/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;" align="center">Pernahkah Anda, pembaca sekalian, merasa salah tingkah atas perasaan GR kalian yang berlebihan?</p>
<p>Misalnya saat kalian sedang asik makan bareng temen di sebuah kafetaria, tiba-tiba ada yang tersenyum dan melambaikan tangan pada kalian. Lalu karena kalian tadi merasa senyum dan lambaian tangan itu tertuju pada kalian, langsung aja nih dengan santainya balas tersenyum dan melambai pula.<br />
Lalu tiba-tiba entah darimana datangnya, ada suara yang menyapa <em>“Hai, apa kabar?”</em><br />
Ketika kalian menoleh, ternyata lambaian tangan tadi ditujukan pada orang yang ada di belakang kalian&#8230;ow ow&#8230;</p>
<p><span id="more-292"></span></p>
<p>Atau misalkan ada sekelompok anak Gank cowok yang terkenal di suatu sekolah atau kampus, mereka memandangi anda lamaaaaa sekali sambil tersenyum memamerkan ketampanan mereka yang sungguh bikin <em>melting</em>.</p>
<p>Biasanya nih, kita sebagai cewek kan suka salah tingkah ya disenyumin gitu.<br />
Dalam benak kita langsung aja berkeliaran pikiran-pikiran GR, <em>“wah dia kayaknya suka deh sama aku”</em>, atau <em>”dari rumah tadi aku emang udah ngaca kalo aku tuh emang cantik banget hari ini”</em>.<br />
Lalu tiba-tiba juga, pikiran GR ini tadi menguap seiring dengan teriakan <em>“Dek, resletingnya kebuka tuh”</em>&#8230;.Upppsss&#8230;.dudududu&#8230;</p>
<p>Atau lain lagi kasusnya ketika Anda bertemu dengan mantan pacar Anda bersama sang kekasih barunya di sebuah bioskop.<br />
Anda langsung mengambil sikap dengan buru-buru ngetwit, “Wah ini pasti sengaja ngikutin tweet saya, sengaja juga nih mau pamerin pacar barunya ke saya, huh, dipikir saya bakal sirik, cemburu, no way&#8230;bla&#8230;bla&#8230;bla&#8230;”<br />
Lalu tiba-tiba pula twit Anda barusan terjawab bersama datangnya gerombolan orang-orang yang menyapa mantan Anda dan pasangannya ini tadi.<br />
Barulah Anda tahu bahwa mereka ternyata tidak sedang membuntuti Anda, tidak pula sengaja ingin pamer kemesraan di depan Anda, mereka Cuma memenuhi janji nonton bareng temen-temen mereka koq <img src='http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Wah, lagi-lagi ini kasus GR yang berlebihan sodara-sodara&#8230;#Jleb</p>
<p>***</p>
<p>Nah, pernahkah di antara Anda mengalami salah satu kasus di atas??? Atau berbeda kasus tapi sama topik mungkin???</p>
<p>Gimana rasanya sesudah menyadari bahwa GR anda tadi membawa anda pada sikap yang tidak semestinya anda lakoni???<br />
Malu kah? Cuek kah?</p>
<p>Atau adakah rasa bersalah terhadap orang yang secara tidak langsung telah Anda tuduh dengan semena-mena hanya karena rasa GR Anda yang membabi buta???<br />
Lantas apa yang akan Anda lakukan selanjutnya???<br />
Pura-pura ga tau kah? Atau membuat sebuah <strong><em>defense</em> (pembelaan diri)</strong> untuk menutupi malu Anda???</p>
<p>Yah, setiap orang pasti punya pilihannya masing-masing untuk mengatasi masalahnya masing-masing pula.<br />
Tidak ada yang salah dengan langkah selanjutnya yang akan Anda ambil sebagai penyelamat muka Anda, Ini manusiawi.</p>
<p>But&#8230;<br />
Yang saya tau, GR itu adalah sebuah penyakit kejiwaan.<br />
Dan jangan biarkan orang lain tersenyum mengambil keuntungan karena mendapat satu topik tulisan baru tentang Anda <img src='http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>become a wiser, become a more intelligent</strong> <img src='http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ardy-elda.com/2011/12/18/serasa-merasa-dirasa-terasa-perasa-deh-aaahhh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yepz, this all about me &amp; my life !!!</title>
		<link>http://blog.ardy-elda.com/2011/12/15/275/</link>
		<comments>http://blog.ardy-elda.com/2011/12/15/275/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 14:32:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Penting ga penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ardy-elda.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Daripada aku selalu mengeluh atas hal-hal yang tidak menyenangkan yang sudah pasti akan selalu menimpa tidak hanya diriku tapi juga orang lain pasti akan mengalaminya juga. So, daripada terus mengeluh yang sudah pasti tidak akan mendatangkan hasil yang baik, akan &#8230; <a href="http://blog.ardy-elda.com/2011/12/15/275/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Daripada aku selalu mengeluh atas hal-hal yang tidak menyenangkan yang sudah pasti akan selalu menimpa tidak hanya diriku tapi juga orang lain pasti akan mengalaminya juga.<br />
So, daripada terus mengeluh yang sudah pasti tidak akan mendatangkan hasil yang baik, akan lebih berguna jika aku nikmati saja prosesnya hingga ujian demi ujian membawaku naik ke kelas yang lebih tinggi <img src='http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-275"></span></p>
<blockquote><p>Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih; tapi bagaimanapun, berbaik hatilah.</p>
<p>Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu; tapi bagaimanapun, jujur dan terbukalah.</p>
<p>Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin saja orang lain jadi iri; tapi bagaimanapun, berbahagialah.</p>
<p>Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu, dan beberapa sahabat sejati; tapi bagaimanapun, jadilah sukses.</p>
<p>Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam; tapi bagaimanapun, bangunlah.</p>
<p>Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang; tapi bagaimanapun, berbuat baiklah.</p>
<p>Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu.</p>
<p>Pada akhirnya, engkau akan tahu bahwa ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu.</p>
<p>Ini bukan urusan antara engkau dan mereka.</p>
<p>(Mother Teresa)</p>
<p>&nbsp;</p></blockquote>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Note</span> :</strong> Quote diambil dari <a title="emeldah suwandi" href="http://www.emeldah.co.cc/2011/12/selamat-datang-orang-asing.html#comment-form">sini</a>.</p>
<div><span class="Apple-style-span" style="color: #5e5e5e; font-family: Georgia, Utopia, 'Palatino Linotype', Palatino, serif; font-size: 14px; font-style: italic; line-height: 21px; font-weight: normal;"><br />
</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ardy-elda.com/2011/12/15/275/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bidan Oh Bidan</title>
		<link>http://blog.ardy-elda.com/2011/12/13/bidan-oh-bidan/</link>
		<comments>http://blog.ardy-elda.com/2011/12/13/bidan-oh-bidan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 13:12:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Penting ga penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ardy-elda.com/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini cukup shock setelah membuka mata lebih lebar dan melihat langsung betapa dunia pendidikan sudah jauh lebih lunak terhadap tempaannya. Saya dan suami lagi makan siang di sebuah tempat bakso favorit yang kebetulan lokasinya tidak terlalu jauh dari sebuah &#8230; <a href="http://blog.ardy-elda.com/2011/12/13/bidan-oh-bidan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini cukup shock setelah membuka mata lebih lebar dan melihat langsung betapa dunia pendidikan sudah jauh lebih lunak terhadap tempaannya.</p>
<p>Saya dan suami lagi makan siang di sebuah tempat bakso favorit yang kebetulan lokasinya tidak terlalu jauh dari sebuah rumah sakit negeri terbesar di provinsi ini.</p>
<p><span id="more-268"></span>Pertengahan makan, saya melihat 4 orang berusia tanggung (remaja lewat, dewasa belum) mengambil tempat duduk tak jauh dari kami. Keempatnya berseragam putih list biru dengan celana biru.</p>
<p>Tiga orang diantaranya memakai jilbab, dan satu masih menggunakan <em>kap (aksesoris atas kepala untuk suster/perawat/bidan magang)</em>.<br />
Melihat mereka saja saya sudah bisa menebak mereka Mahasiswa yang baru pulang <em>dinas (sebutan untuk mengatakan &#8220;sedang magang atau bertugas jaga di Rumah Sakit atau klinik&#8221;)</em></p>
<p>Sedikit tapi cukup jelas saya mendengar percakapan mereka tentang perubahan SIB (surat Izin Bidan) menjadi STR (Surat Tanda Registrasi), berita ini sudah berapa minggu simpang siur di tengah tenaga kesehatan, cukup membingungkan dan cukup membuat kami yang telah lama lulus ini penasaran, termasuk saya tentunya.</p>
<p>Maka, saat suami saya ke toilet, saya berinisiatif memanggil mereka dengan maksud menanyakan kejelasan informasi seputar STR tadi.<br />
Yah, siapa tau saja mereka lebih <em>up to date</em> ketimbang kami yang sudah tua ini *ihik*</p>
<p>Sayapun memanggil mereka dengan logat dan kebiasaan kami dipanggil senior/dosen kami dulu atau kami memanggil junior kami, pastinya dengan mengawali menyebut <em>&#8220;adek&#8221;</em>, yang ngaku pernah jadi anak asrama bidan pasti tau deh <img src='http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Satu dari mereka pun menghampiri saya, dan tanpa babibu langsung duduk di kursi tempat suami saya duduk sebelumnya.<br />
Saya sempat senyum-senyum sendiri, mengingat kala dulu saya memakai seragam seperti mereka, tak berani dan tak akan pernah berani duduk di samping senior (<del>meski berbeda almamater dengan kami</del>) sesantai itu, belum ditawari pulak.<br />
Ya sutralah, mungkin dia ga tau saya bidan juga.<br />
Atau cara saya manggil dan ngobrol dengannya juga beda kali sama senior atau dosen mereka <img src='http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Keluar dari toilet, suami saya bingung mau duduk dimana, dan adik manis ini masih duduk dengan santainya, tidak memperlihatkan sikap sungkan sedikitpun, hehe&#8230;hingga akhirnya suami saya yang mengambil inisiatif untuk menyingkir dan mencari kursi lain.<br />
Maklum sajalah, saya pikir juga mungkin kecapek&#8217;an banget karena kan ngakunya pulang dines dari RS, jadi ga punya tenaga lagi untuk bangun kali ya, mengingat saya tau persis gimana remuknya badan sepulang dari dines.</p>
<p>Bye The way, adik ini gaul sekaliiiii, saya perhatikan kelopak matanya biru kehitaman dan ada bling-blingnya gitu.<br />
Saya mulai berpikir jangan-jangan mereka sempet tonjokan-tonjokan gegara rebutan pasien nih di RS tadi, mengingat kami dulu juga bisa musuhan sama temen sendiri karena rebutan nyuntik atau infus pasien doang.</p>
<p>Bibir adik ini juga warnanya agak coklat basah dan berminyak gitu.<br />
Ya, lagi-lagi berpikirlah positif&#8230;Mungkin dia kelaparan sangat setelah menolong beberapa pasien, jadi sebelum singgah di tempat ini, terlebih dahulu dia mengganjal perutnya dengan gorengan, dan sisa minyaknya mungkin masih menempel di bibir adik manis ini <img src='http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya masih ingin berpikir positif ketika melihat dua buah anting yg sama di telinga kirinya yang menghadap ke arah saya.<br />
Walaupun dulu, kami (berjilbab ataupun tidak) diharamkan memakai perhiasan apapun selama tiga tahun masa pendidikan, itu dimaksudkan agar bidan itu selalu tampil sederhana, terlebih di hadapan pasiennya.</p>
<p>Yah, mungkin perbedaan jaman barangkali, jadi sekarang gapapa pake anting dobel sekalipun.<br />
Karena telinga satunya tak bisa saya lihat, maka saya segera berpikir mungkin telinga satunya buntu lubang antingnya, jadi daripada dia pakai satu anting terus pasangannya ilang karena lupa nyimpen, ya mending dipake aja sekalian dua di satu kuping&#8230;Gitu kali maksudnya ya <img src='http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi sungguh, saya benar-benar tak lagi bisa berpikir positif ketika dia mulai berdiri hendak meninggalkan meja saya, saya melihat sebuah kancing di bagian perutnya yang nyaris terlepas, entah mungkin itu baju seragamnya tiga tahun lalu yang masih nge-cling sampe sekarang, atau ia sengaja membuat seragam baru dengan ukuran adiknya yang masih SD.<br />
Setau saya, baju dines itu longgar aja kadang bikin ga nyaman ketika menghadapi <em>perasat</em> yang butuh kecepatan, dan ketepatan gerak, apalagi kalo sempit gitu, apa ga sesak ya?! (-_-&#8221;)</p>
<p>Belum lagi saya melihat potongan<em> &#8220;kacamata&#8221;</em> berwarna gelap (tidak begitu jelas merah hati atau hitam), dibalik baju putihnya, tanpa kaos dalam (singlet) pulak&#8230;WOW!<br />
Kembali saya mengingat kejadian 6 tahun silam, saat pertama kali kami masuk asrama, semua pakaian dalam diharuskan berwarna <strong>putih polos</strong>, ini dimaksudkan agar apa yang seharusnya tersimpan di dalam biarlah tetap di dalam, agar tak ada warna-warna meriah yang memaksa keluar dari seragam putih yang seharusnya melambangkan kesucian si pemakainya.</p>
<p>Saat berbicara tadi, saya tidak melihat <em>name text</em> di dadanya, mungkin sudah dicopot saya pikir.<br />
Tp saya masih melihat pin yang tersemat di kerah bajunya, hanya saja saya tidak mengenali almamater mana yang memiliki pin dengan logo dan warna seperti itu.<br />
Yang jelas itu bukan pin Poltekkes Depkes yang meluluskan saya sebagai Bidan, jelas bukaaaaaannnnn (/_\)<br />
Karena Depkes meski sekarang berubah nama menjadi Kemenkes, tapi logonya belum berubah, dan semua orang mengenal logo depkes itu.<br />
Ditambah lagi, pin adik manis itu berwarna PINK&#8230;hoalaaaahhhh, setau saya banyak memang akbid swasta yang menjamur di kota ini, tapi baru ini saya lihat pin warna pink, bukankah setau saya semua almamater bidan itu warnanya biru?!</p>
<p>But, tidak penting soal pin adik manis itu.<br />
Saya hanya segera berpikir keras, apakah seperti ini gambaran tenaga kesehatan, khususnya bidan di masa mendatang?</p>
<blockquote><p>Mungkinkah pengetahuan mereka soal kehamilan dan persalinan sebanding dengan luasnya pengetahuan mereka soal fashion dan make-up?<br />
Mungkinkah kualitas <strong>skill</strong> tangan mereka saat menolong <strong>partus</strong> setangkas saat mereka memoles wajahnya?</p></blockquote>
<p>Hehhhhhh *hela nafas panjang*<br />
Saya hanya bisa berharap <em>&#8220;tak ada yang tak mungkin di dunia ini&#8221;</em>.<br />
Jika memang semua kualitas bisa terpenuhi, maka tak ada salahnya memang menjadi bidan ataupun tenaga kesehatan yang menarik secara tekstur penampilan, tapi juga sangat <strong><em>qualified</em></strong> menolong pasien sesuai ilmunya, <strong>semoga</strong> <img src='http://blog.ardy-elda.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ardy-elda.com/2011/12/13/bidan-oh-bidan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

